Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Wednesday, December 23, 2015

Mengapa Mesin Mobil Sering Mati Di Atas Rel

Inilah Penjelasan PT KAI,
Mengapa Mesin Mobil Sering Mati Di Atas Rel. *Penting dibaca !!





"Jangan Pernah bila menerobos palang pintu kereta Api, saat kereta akan melintas"

Penjelasan kenapa mesin mobil sering mati di atas perlintasan sebidang rel KA ??.

*Penjelasan teknis :
Dilokomotif ada boggie (roda kereta) dimana komponen utamanya adalah dinamo, di dlm dinamo ada unsur magnit yg cukup besar, jika lokomotif seri CC berarti ada 3 rangkaian boggie (6 buah dinamo besar).
Hal ini berdampak pada rel yg terbuat dari baja dapat menghantarkan medan magnet sejauh 1KM dr lokomotif *sekali lagi 1 KM*

**Saat kendaraan bermotor melintasi rel KA biasanya menggunakan kecepatan rendah, apabila pengendara tdk memindahkan gigi mesin yg lebih rendah maka putaran mesin dinamo kendaraan bermotor dan koil yg ada dapat seketika mati akibat faktor medan magnit boggie KA yg di hantarkan oleh rel KA.
*** Oleh karena itu petugas JPL selalu menutup pintu perlintasan sebelum KA mendekati perlintasan (berjarak -+ 3 Km). **** Bila ada pengemudi tetap menerobos/melintasi rel KA yg berjarak kurang dr 1 Km akan mengakibatkan mesin dinamo dan koil mobil yg sdh lemah dpt mati.
***** Bila hal ini terjadi segera keluar dari mobil anda, krn mesin mobil akan susah utk di stater kembali. *sekali lagi Segera Keluar dari mobil anda.
Maka di sarankan jgn melintasi rel KA bila sudah terlihat KA walaupun masih berjarak 1 Km dr perlintasan sebidang demi keselamatan anda,
*****Ingat KA tdk bisa mengerem mendadak krn roda dan rel terbuat dr baja shg tdk ada friksi, rata rata KA akan berhenti sejauh 800 M setelah di rem.

*Bagas Senoadji, PPNS Perkeretaapian berpesan ;
“Lebih Baik Kehilangan Waktu 1 Menit Daripada Kehilangan Nyawa Dalam 1 Menit”

Naudzubillahimindzaliq..
Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita Semua.

Monday, December 21, 2015

Sebenernya apa sih tugasnya bapak2 berseragam "seperti tentara" di dalam Kereta Api?

Sebenernya apa sih tugasnya bapak2 berseragam "seperti tentara" di dalam Kereta Api? Mereka-kah yang disebut Polisi Khusus Kereta Api?





Mari bicara soal "oknum" (sebagaimana yang lebih disukai dan disepakati orang banyak) berseragam dengan caranya menjalankan "tugas"--kalau betul demikianlah tugasnya.
Saya penumpang kereta Serayu ekonomi. Karena keretanya penuh sesak dan sudah jam makan, maka saya memutuskan untuk makan di Kereta Makan--yang sesuai dengan apa yg dikatakan Pak Kondektur; gerbong tersebut diperuntukkan untuk makan dan minum penumpang: itu sebabnya di dalamnya disediakan kursi2 selain pantry dan dapur.
Saya pun membeli makanan dan makan sambil duduk di atas salah satu bangkunya. Setelah makanan saya habis, saya memesan teh manis, tapi petugas dapurnya berkata air panasnya belum ada. Saya pun menunggu sambil main games di ponsel. Tiba-tiba bapak berseragam itu datang dan bertanya: "Mau sampai kapan duduk di sini? Kalau sudah selesai makan silakan kembali ke gerbongnya karena ini bukan gerbong penumpang."
Meski sebal dengan caranya "mengusir" saya awalnya menjawab baik2 bahwa saya sedang menunggu air panas karena ingin memesan teh hangat.

Sepuluh menit kemudian, bapak berseragam dan berbaret itu kembali mendatangi saya dan bertanya dengan nada kesal:
"Sekarang apa lagi? Ayo balik ke gerbongnya sana!"
"Saya mau menghabiskan teh saya!"
"Sampai kapan mau di sini! Ini bukan gerbong untuk penumpang!"
Saya terkesiap. Sebegitunya bapak berseragam ini memperlakukan saya.
"Mengapa bapak harus sesewot itu? Saya kan bukan penumpang gelap dan saya membeli tiket, saya juga membeli makanan dan minumannya, dan ini kereta makan. Saya punya Hak makan minum di sini."
Bapak itu tidak menjawab keberatan saya, malah langsung mengancam dengan mata melotot, seolah saya baru saja muntah tepat di hidungnya:
"Oh, kamu ngeyel! Saya kasih kamu 10 menit, kalau belum kembali ke sana saya turunkan di stasiun berikutnya, ya!"

Saya lebih dari terkejut dan marah; saya langsung sedih. Bapak itu tidak hanya sempat mengusir, tapi juga mengancam penumpang!
Sempat terpikir saya akan sengaja duduk diam di situ menyesap teh saya lebih lama dari seharusnya, agar sungguh2 diusir turun seperti ancamannya, dan saya akan menuntut pt.KAI.
Tapi kemudian saya memikirkan apa yg ada di kepala bapak berseragam dan berbaret itu. Pasti hidupnya sedemikian menyedihkan sehingga dia tidak bisa melihat logika: bahwa saya penumpang yg tidak melakukan pelanggaran apapun (makan di Kereta Makan--saya tidak tidur sama sekali) dan bahwa sikap feodal dan sok berkuasanya hanya membuat saya merasa sedih: betapa sempitnya cara bapak berpikir. Apakah karena keretanya ini ekonomi, dimana penumpangnya membayar lebih murah dari penumpang kelas bisnis ataupun eksekutif, sehingga dia berpikir penumpang kelas ekonomi pantas dia perlakukan begitu?
(saya melihat dia juga mengusir dan membentaki anak2 muda yang menyambung acara makan dengan main kartu di Kereta Makan itu).

Saya bukan tanpa alasan berkata begitu: karena saya pernah menjadi penumpang kelas eksekutif dan makan di Kereta Makan dan bapak2 berseragam-nya tidak bersikap sekasar itu, bahkan cenderung teramat sangat ramah.
Apakah itu protap mereka? Bahwa kepada penumpang kelas ekonomi mereka boleh bersikap se-feodal itu?
Kalau iya; 
So much for your "melayani lebih baik" PT. KAI!!

Saya sedih ketika upaya saya menjernihkan soal "Kereta Makan" itu malah ditingkahi dengan kalimat ini dari mulut Bapak berseragam dan berbaret itu: "Siapa yg lebih tahu kamu atau saya?!! Ini kereta untuk kru! Bukan untuk penumpang!"
Yaa Tuhan...
Itu kereta makan, Pak! Justru untuk penumpang! Gimana sih paaaaakk?!!‪#‎dongdongdongdong‬

Ini terjadi dimana2, orang yang nggak ngerti dan nggak tahu, di"persenjatai" seragam, baret, atau apapun yg artifisial, akan membuat banyak kerusakan yang menyedihkan!
Sempat terpikir memberi efek jera pada bapak itu dengan memperkarakan soal ini, tapi saya lalu berpikir: dengan pola pikir sepicik yg dimiliki bapak itu, apa yg akan terjadi atau yg bisa dilakukan lagi olehnya kalau sampai dia kehilangan pekerjaan... Bagaimana dengan anak istrinya...

Saya bisa menyalahkan siapa? Saya tidak tega menyalahkannya. Tapi please bapak "oknum" yang berseragam dan berbaret; berubahlah... Bapak sedang bekerja pada satu usaha jasa pelayanan; bapak menodai professionalitas mereka dengan sikap feodal bapak, bapak harus banyak baca... Bapak harus bisa bersikap lebih baik, menggunakan nalar, dan berupaya memanusiakan manusia; tanpa melihat kelas duduknya, harga tiket, atau apapun.
Saya sudah tidak mampu menyalahkan siapapun; orang seperti bapak dengan cara berpikir sepicik bapak banyak di negri ini. Seragam dan simbol2 malah memperburuk kepicikan bapak ternyata. Wake up, Pak!

kiriman mbak : Atta Verin

Thursday, December 17, 2015

Budaya Mengantri, Salah Satu Bentuk Santri Mengamalkan Ilmu Dalam Dunia Nyata

Budaya Mengantri, Salah Satu Bentuk Santri Mengamalkan Ilmu Dalam Dunia Nyata

Berawal dari permintaan ayah mertua saya, untuk mengambilkan uang gajinya di ATM ( Anjungan Tunai Mandiri ) yang berada tidak jauh dari rumah. Aku langsung berangkat menuju ke ATM tersebut untuk segera mengambilkan uang. Ternyata di sana sudah berkerumun banyak anak - anak yang sedang mengenakan kopyah, dan berseragam sekolah. Mereka adalah para santri Pondok Pesantren Tebuireng yang sedang mengantri di Depan ATM BRI Cukir untuk mengambil uang, dan ada juga yang hanya ingin mengecek saldo apakah orang tua mereka sudah mentransfer uang ke Rekening mereka.

Yang menjadi fokus saya adalah, keadaan mereka pada saat itu, yaitu mereka senantiasa mengantri dengan tertib walaupun tidak ada petugas yang mengkoordinir mereka untuk melakukan antri. Tetapi para santri ini tetap saja melakukan antrian masuk ke dalam ruang ATM yang hanya berukuran 2 x 4 meter itu. Meskipun ada juga warga lain selain para santri tersebut yang menyerobot untuk masuk ke dalam ruang ATM tanpa mengantri, karena dia merasa lebih tua, dan tidak mau antri berjejeran dengan anak-anak yang masih remaja.







Antrian semakin panjang karena ternyata setelah kami telusuri mesin ATM yang berada di ruangan mengalami kerusakan, yaitu yang bagian tengah, yang biasa mengeluarkan uang pecahan Rp. 100.000,- sedangkan dua mesin ATM yang berada di kiri dan kanan nya biasa mengeluarkan uang pecahan Rp. 50.000,-. dan hal itu tidaklah menyurutkan semangat mereka untuk melakukan antrian, karena mereka sudah terbiasa mengantri, baik ketika akan mengambil air Wudlu di Masjid, di sekolah, antri mandi di wisma atau kamar, antri makan di Koperasi Jasa Boga, dan banyak lagi. 



Begitulah santri, yang selalu terbiasa untuk mengantri dan akan menjadi gaya hidup mereka ketika sudah bermasyarakat, akan selalu menghormati hak-hak orang lain, dan mampu untuk memberikan solusi atas masalah - masalah yang dihadapi masyarakatnya.





Tuesday, December 8, 2015

Innalillahi Wa Inna Ilahi Roji'un Telah Wafat K.H. ABDUL AZIZ MANSHUR Pengasuh Ponpes Tarbiyatun Nasyi'in Pacul Gowang

Innalillahi Wa Inna Ilahi Roji'un Telah Wafat K.H. ABDUL AZIZ MANSHUR Pengasuh Ponpes Tarbiyatun Nasyi'in Pacul Gowang

Selamat jalan Kyai, engkau akan tetap jadi panutan bagi kami, Kegigihan, perjuangan dan keikhlasanmu dalam mengabdikan diri bagi Ilmu Agama akan mengantarmu pada kenikmatan yang luar biasa yang allah swt siapkan khusus untuk para ulamaNya as-shalihin al-muttaqin. FADKHULI FI 'IBADI WADKHULI JANNATI

Telah berpulang ke rahmatullah KH. M. ABDUL AZIZ MANSHUR (Pengasuh PP Tarbiyatunnasyi'in, Paculgowang, Jombang, juga Pengasuh PP Lirboyo, Kediri) pada hari Selasa, 8 Desember 2015 pukul 00.10 WIB. di Rumah Sakit Dr. Sutomo Surabaya dan akan dikebumikan hari ini di Paculgowang, Jombang.
Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT dan diampuni semua kesalahannya.
Mohon ikhlasnya untuk membacakan surat Al Fatihah untuk beliau. al Fatihah..




Sunday, December 6, 2015

Pentingnya menjaga prasangka kepada orang lain

Dalam suatu kereta ekonomi non-AC yg lumayan panas, Seorang eksekutif muda, dengan jas elegan berdiri di disana. Sesak2an dengan penumpang lain.

Sesaat kemudian, ia membuka tablet Androidnya. Lebih besar tentu dibanding smartphone umumnya.

Ia memang sedang ada chat penting dengan para donatur. Chat tentang dana untuk membantu para korban kebanjiran.

Semua penumpang menoleh padanya atau meliriknya. Apa batin mereka?

Seorang nenek2 membatin, 'Orang muda sekarang, kaya sedikit langsung pamer. Naik Ekonomi, pamer2an.'

Seorang emak2 membatin, 'Mudah2an suami saya ga senorak dia. Norak di kelas Ekonomi bukan hal terpuji.'

Seorang gadis ABG membatin, 'Keren sih keren, tapi ga banget deh sama gayanya. Kenapa ga naik AC kalau mau pamer begituan?'

Seorang pengusaha membatin, 'Sepertinya dia baru kenal 'kaya'. Atau dapat warisan. andai dia merasakan jerih pahit kehidupan; barang tentu tidak akan pamer barang itu di kelas Ekonomi. Kenapa ga naik AC sih?'

Seorang pemuka agama melirik, 'Andai dia belajar ilmu agama, tentu tidak sesombong itu, pamer!'

Seorang pelajar SMA membatin, 'Gue tau lo kaya. Tapi plis deh, lo ga perlu pamer gitu kalle' ke gua. Gua tuh ga butuh style elo. Kalo lo emang pengen diakuin, lo bisa out dari sini, terus naik kereta AC.. ill feel gue.'

Seorang tunawisma membatin, 'Orang ini terlalu sombong, ingin pamer di depan rakyat kecil.'

Si eksekutif menyimpan kembali tabletnya di tas. Ia membatin, Alhamdulillah, akhirnya para donatur bersedia membantu. Alhamdulillah, ini kabar baik sekali. Lalu, ia sempatkan melihat kantong bajunya. Ada secarik tiket kereta ekonomi.

Ia membatin 'Tadi sempat tukar karcis dengan seorang nenek tua yang mau naik kereta sesak ini. Tidak tega saya. Biarlah dia yang naik kereta AC itu. Mudah-mudahan manfaat.:

Sahabat..
Begitu berbahaya nya penghakiman. Sebuah kebaikan, tindakan kasih, bisa berubah total menjadi kejahatan hanya karna persepsi kita.

Jaga persepsi kita, semua tak perlu kita nilai seperti penampakannya

Selalu khusnudhon billah ...


Monday, November 30, 2015

Korban Pengeroyokan Satpam Ponpes di Jombang Ternyata Pemain Persis Solo

SURYA.co.id | JOMBANG - Qoiron Sandy Tyas (20), pemuda asal Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak, Jombang, korban pengeroyokan tiga satpam ponpes setempat yang juga tetangga sendiri, ternyata pemain sepakbola profesional.
Meski sekarang tidak sedang berkompetisi akibat dibekukannya PSSI oleh Kemenpora, Sandy sampai saat ini masih tercacat sebagai pemain di Persis Solo, sebuah klub Divisi Utama PSSI.
Rahmat Sugianto, kakak Qoiron Sandy, menjelaskan, sebelum memperkuat Persis Solo adiknya menjadi pemain di Persik Kediri U-21.
“Saat ini vakum karena tidak ada kompetisi. Sudah berada di Jombang sejak empat bulan ini,” katanya, Minggu (29/11/2015).
Karena vakumnya kompetisi itu, Sandy jadi lebih banyak menganggur di rumah.
“Saya juga tidak tahu kenapa Sandy dituduh mengonsumsi narkoba oleh beberapa tetangga. Padahal dia anak baik-baik. Tidak mungkinlah pemain sepak bola profesional akan berani melakukan itu,” lanjutnya.
Saat keributan terjadi, Rahmat mengaku sedang di rumah bersama Sandy.


“Saat malam itu memang ada orang datang ke rumah. Mereka menuduh Sandy mengonsumsi narkoba, wajar kalau keluarga jadi emosi,” imbuhnya.
Kepastian Qoiron Sandy Tyas adalah pemain sepakbola, dibenarkan Heri Isranto, salah seorang pengurus klub Persis Solo.
Heri menyatakan, Qoiron masih jadi bagian skuad tim asal Kota Bengawan ini.
“Masih berstatus pemain Persis. Tapi saat ini tidak ada ikatan kontrak. Karena memang kompetisi belum bergulir,” katanya kepada wartawan melalui sambungan telepon.
Bahkan, saat bertanding di Karanganyar belum lama ini, Qoiron juga memperkuat tim Persis Solo.
Peristiwa ini terjadi saat sekelompok pemuda menyerang tiga orang remaja di Dusun Gadingmangu, Kecamatan Perak, Jumat (27/11/2015) malam.
Akibatnya, ketiga remaja tersebut mengalami luka serius di kepala.

Massa juga merusak dua rumah dan sebuah bengkel motor milik warga setempat.
Ketiga korban, Qoiron Sandy Tyas (20), Alfian Ilyas (20) dan Reza Eliandani (19), warga setempat.
Untungnya, kemarahan massa yang diduga berasal dari salah satu pondok pesantren (ponpes) setempat, berhasil diredam polisi.
Ketiga korban dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan perawatan. Kasus ini kini dalam pengusutan polisi.

Wednesday, November 18, 2015

Menag: Pesantren Bukan Sarang Terorisme



Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menolak jika pesantren dikatakan sebagai sarang terorisme. Menurut dia, institusi pendidikan Islam itu justru mengajarkan toleransi di tengah keberagaman.

"Saya pikir tidak. Pesantren itu selalu memiliki ciri utama keberagaman. Keberagaman itu mencirikan tiga hal dimanapun pesantren itu ada," katanya di Jakarta, Selasa (17/11).

Luman menjelaskan, tiga keberagaman dalam pesantren adalah selalu mengajarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan pesantren tidak mengajarkan nilai-nilai ekstrem. Yang terakhir, pesantren mengajarkan tentang cinta Tanah Air.

"Jadi kalau ada orang yang menyatakan lembaga pendidikan pesantren itu mengajarkan nilai-nilai ekstrem, itu bukan pesantren. Itu sekedar mengatasnamakan pesantren, jadi bukan pesantren yang salah, tapi mereka yang mengatasnamakan itulah yang salah," katanya.

Sebelumnya, Politikus PDI Perjuangan yang juga Direktur Eksekutif Megawati Institute, Siti Musdah Mulia, menuding sekolah Islam sebagai penyebab munculnya terorisme di Indonesia. Musdah pun menyarankan agar sekolah Islam, termasuk pesantren, untuk dikurangi.

Lukaman mengatakan pernyataan Musdah itu kebalikan dari pesantren. Sebab, pesantren tidak mengajarkan ekstremitas, tapi justru selalu tumbuh dengan rendah hati.

Sejatinya, pesantren adalah lembaga yang mengajarkan nilai-nilai serta tidak mengklaim kebenaran itu hanya miliknya. Toleransi di dalam pondok pesantren dibangun secara luar biasa. "Pesantren itu pasti cinta Tanah Air," kata dia.

Lukman menegaskan, masyarakat sendiri bisa menilai sebuah lembaga pendidikan Islam itu disebut sebagai pesantren atau tidak dengan melihat sepak terjang institusi tersebut. "Masyarakat sendiri yang akan menilai mana pesantren yang betul-betul pesantren dan mana yang hanya mengatasnamakan pesantren saja," katanya.

Sumber : http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/11/17/nxyl2m361-menag-pesantren-bukan-sarang-terorisme

Thursday, September 10, 2015

Kisruh Pemotongan Daging Kurban dan Pendapat K H Ali Mustafa ya'qub tentang itu

dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Adha pada tahun ini, di jakarta terjadi banyak sekali polemik yang melanda warganya, termasuk kisruh pemotongan daging Qurban, hal ini muncul imbas dari kebijakan Gubernur AHOK yang melarang untuk berjualan dan menyembelih daging Qurban selain di Tempat Pemotongan Hewan.

Ulama Indonesia pun tidak lupa untuk menyampaikan pendapatnya, dan kata - kata yang paling unik adalah " Jangan Mengaitkan Anak Mati Karena Darah Daging Qurban"

simak ulasanya berikut ini :


atau klik filenya di sini : DARAH QURBAN

Wednesday, August 26, 2015

Nopo Niki seng Namine Kuwalat ??? Rombongan Kiai Said Aqil dan Gus Ipul Kecelakaan di Jombang

Rombongan Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) KH Said Aqil Siradj sempat mengalami kecelakaan di Jalan Raya Peterongan Jombang, Selasa (25/8/2015).

Ikut dalam rombongan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, dan Sekretaris DPW PKB Jawa Timur Toriqul Haq.

Akibat kecelakaan beruntun itu, sedikitnya tiga mobil mengalami penyok. Sementara mobil Alphard nopol L 2 yang dinaiki Gus Ipul, spion sebelah kiri kondisinya hancur. Paling parah adalah mobil Toyota Fortuner nopol L 1906 XV. Bemper bagian depan mobil tersebut pecah.

Sementara mobil yang hanya mengalami penyok ringan adalah Alphard warna putih nopol B 8807 VO, dan Alphard warna hitam nopol L 1740 BS.


"Kita mengalami kecelakaan beruntun di jalan raya sebelum masuk jembatan layang (flyover) Peterongan Jombang," ujar Doni, ajudan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf.

Meski demikian, seluruh rombongan yang berangkat dari Surabaya menuju pendapa Kabupaten Jombang itu selamat. Mereka sampai di pendapa sekitar pukul 13.28 WIB.

Selanjutnya, Kiai Said beserta rombongan langsung ditemui Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko. Mereka beramah-tamah di ruang Swagata pendapa setempat.

Sementara empat mobil yang membawa rombongan itu langsung ditepikan di sebelah selatan pendapa. "Kita mengalami kecelakaan beruntun karena menabrak truk di Jalan Raya Peterongan. Alhamdulillah semuanya selamat," kata KH Said Aqil Siradj ditemui di sela-sela acara

Tuesday, July 28, 2015

Kalau Motor Verza, Paling Enak Memakai BBM Jenis Pertalite, ini Ulasanya

Kalau Motor Verza, Paling Enak Memakai BBM Jenis Pertalite, ini Ulasanya

Jakarta, Otomania - Kalau sebelumnya, Otomania sudah membeberkan daftar model-model sepeda motor lansiran Yamaha dengan jenis bahan bakar minyak (BBM) idealnya, kini giliran membahas Honda.

Menurut Dosen Teknik Mesin ITB Tri Yuswidjajanto, yang ikut menjadi anggota tim peneliti Pertalite, mengatakan, ada kriteria khusus terkait dengan kecocokan bahan bakar yang dikonsumsi kendaraan bermotor. Bicara sepeda motor, bisa dilihat dari rasio kompresi mesin yang dimiliki masing-masing model.

"Menggunakan bahan bakar memang harus disesuaikan dengan rasio kompresi. Terlalu rendah spek bahan bakar akan berkurang tenaganya, kalau terlalu tinggi juga tidak maksimal terhadap mesin kendaraan," ujar pria yang akrab disapa Yus, di Jakarta, Jumat (24/7/2015).
Jika dijabarkan lebih rinci, jelas Yus, bahan bakar dengan kadar RON 88 (Premium) hanya ideal dikonsumsi untuk kendaraan dengan rasio kompresi 9 ke bawah. Pertalite memiliki RON 90 untuk kendaraan berasio kompresi 9-10. Di atas itu, 10-11, cocok pakai RON 92 (Pertamax). Sedangkan rasio kompresi 11-12 lebih pakai pakai RON 95 (Pertamax Plus).
Jika melihat kriteria yang disarankan tersebut maka bisa disimpulkan, BBM mana yang ideal bagi berbagai model sepeda motor Honda yang dipasarkan di Indonesia. Simak tabel berikut ini!

Model Sepeda Motor Honda dan Konsumsi BBM-nya
Skutik Kompresi Bahan Bakar
Beat Pop eSp 9,5 : 1 Pertalite
All New PCX 10,6 : 1 Pertamax
All New Scoopy eSP 9,5 : 1 Pertalite
Spacy PGM FI 9,2 : 1 Pertalite
Vario 125 eSP 11,0 : 1 Pertamax
Vario 150 eSP 10,6 : 1 Pertamax
New Vario FI 9,2 : 1 Pertalite
Bebek Kompresi Bahan Bakar
New Honda Blade 9,3 :1 Pertalite
New Revo FI 9,3 :1 Pertalite
New Supra X FI 9,3 :1 Pertalite
Supra X PGM-FI 9,3 :1 Pertalite
Sport Kompresi Bahan Bakar
CBR 150R 11,0 : 1 Pertamax Plus
CBR 250R 10,7 : 1 Pertamax
Mega Pro FI 9,5 : 1 Pertalite
Verza 9,5 : 1 Pertalite
Big Bike (moge) Kompresi Bahan Bakar
CB 500 F 10,7 : 1 Pertamax
CB 500 X 10,7 : 1 Pertamax
CB 650 F 11,4 : 1 Pertamax Plus
NM4 Vultus 10,7 : 1 Pertamax
CBR 1000 RR 12,3 : 1 Pertamax Plus
CBR 650 F 11,4 : 1 Pertamax Plus

sumber : http://www.otomania.com/read/2015/07/28/110800930/Daftar.Sepeda.Motor.Honda.dan.BBM.Idealnya

Saturday, May 9, 2015

Ini Besaran Denda Tilang, Simpan untuk Pedoman

Jakarta, – Operasi Simpatik Jaya yang dilakukan Dirlantas Polda Metro Jaya di kawasan hukumnya, rampung dilaksanakan 1-21 April 2015 lalu. Jumlah teguran mencapai lebih dari 55.000 kasus, termasuk di antaranya tilang.

Namun bukan berarti pengendara mobil dan sepeda motor bebas dari pengawasan. Kepolisian tetap akan tak akan segan menindak dengan memberlakukan sanksi maksimal sesuai aturan yang berlaku.

Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sanksi bagi pengendara adalah denda.

Jumlah denda tilang bervariasi, mulai dari Rp 250 ribu sampai Rp1 juta, tergantung bobot kesalahannya. Berikut daftar sanksi tilang lalu lintas sebagai pedoman:

1. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM dipidana dengan kurungan paling lama 4 bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta (Pasal 281).

2. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang memiliki SIM namun tak dapat menunjukkannya saat razia dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 288 ayat 2).

3. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 280).

4. Setiap pengendara sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 285 ayat 1).

5. Setiap pengendara mobil yang tidak memenuhi persyaratan teknis seperti spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu rem, kaca depan, bumper, penghapus kaca dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 285 ayat 2).

6. Setiap pengendara mobil yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan berupa ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 278).

7. Setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 287 ayat 1).

8. Setiap pengendara yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 287 ayat 5).

9. Setiap pengendara yang tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 288 ayat 1).

10. Setiap pengemudi atau penumpang yang duduk disamping pengemudi mobil tak mengenakan sabuk keselamatan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 289).

11. Setiap pengendara atau penumpang sepeda motor yang tak mengenakan helm standar nasional dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 291 ayat 1).

12. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) (Pasal 293 ayat 1).

13. Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah), (Pasal 293 ayat 2).

14. Setiap pengendara sepeda motor yang akan berbelok atau balik arah tanpa memberi isyarat lampu dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 294).

Friday, April 24, 2015

Pulau Misterius yang Dihuni Suku "Buas" Pulau Sentinel

Daily Mail Satu dari sedikit foto yang memperlihatkan sekilas penduduk pulau Sentinel Utara, kepulauan Andaman, India. Suku asli pulau ini sudah menghuni tempat itu sejak 60.000 tahun lalu dan sejak saat itu mereka menolak modernisasi
.
NEW DELHI, Terletak di Teluk Benggala, India, dan termasuk gugusan Kepulauan Andaman yang merupakan wilayah India, terdapat sebuah pulau bernama Sentinel.

Sekilas pulau ini tampak seperti sebuah pulau "surga tropis". Namun, ternyata pulau ini dianggap sebagai salah satu pulau yang paling sulit dikunjungi manusia.

Pulau yang berukuran sebesar pulau Manhattan, New York, itu dihuni komunitas penduduk asli yang sudah menempati pulau tersebut selama 60.000 tahun. Selama itu pula suku Sentinel menolak modernisasi dan selalu menanggapi kehadiran orang luar dengan kekerasan.

Bahkan, tercatat suku Sentinel sudah dua kali membunuh orang pada 2006, ketika kedua orang itu kedapatan mencari ikan di perairan Pulau Sentinel Utara.

Tak hanya itu, penduduk asli pulau tersebut kerap melemparkan batu dan menembakkan panah ke arah helikopter atau pesawat terbang yang terbang rendah untuk melihat-lihat pulau tersebut.

Kondisi inilah yang menyebabkan informasi yang terkait pulau ini sangat minim dan sejumlah foto yang dihasilkan tak lebih dari beberapa foto berkualitas rendah.

Begitu berbahayanya suku asli Pulau Sentinel, Pemerintah India bahkan mengkriminalkan siapa pun yang mencoba membuat kontak dengan penghuni Pulau Sentinel. Bahkan, pemerintah India menyatakan ilegal berada dalam jarak tiga mil dari pulau itu.

Namun, meski ada larangan keras dari Pemerintah India, hal itu tak menghalangi para nelayan atau orang luar yang mencoba masuk ke pulau itu.

Organisasi Survival International, yang melakukan advokasi hak-hak suku-suku terasing, mengklaim para nelayan lokal kerap memasuki kawasan pulau itu, bahkan beberapa dari mereka sempat mendarat di pulau itu sebelum ditahan aparat keamanan.

Direktur Survival International Stephen khawatir masa depan suku asli Pulau Sentinel akan terancam.

"Suku-suku Kepulauan Andaman Besar sudah berkurang jumlahnya akibat penyakit yang dibawa kolonial Inggris ke kepulauan itu pada 1800-an," ujar Corry.

"Suku terakhir yang punah adalah suku Bo, yang anggota terakhirnya meninggal dunia empat tahun lalu," tambah Corry.

"Satu-satunya cara pemerintah Kepulauan Andaman mencegah terjadinya lagi kepunahan suku adalah memastikan Pulau Sentinel Utara terlindung dari dunia luar," Corry menegaskan