Showing posts with label Humor. Show all posts
Showing posts with label Humor. Show all posts

Tuesday, December 22, 2015

Mantra untuk Menyembuhkan orang sakit .. dijamin tokcer

copas dari warung sebelah ....ben ora stress...


bersama ‪#‎Yosh_Bang‬
Seorang anak Papua, usia 10 tahun, namanya Johannes Goram.
Suatu hari, Goram lari menemui Pak Purwadi. Goram meminta Pak Purwadi untuk mengobati anjingnya yang sekarat.
Pak Pur tersenyum dan mengiyakan. Mereka berdua menuju rumah Goram.
Melihat anjing tsb sekarat, Pak Pur yang asli Bantul itu menempelkan telapak tangannya ke jidat anjing dan berkata dlm bahasa Jawa:
"Su, Asu (jing, anjing), nek kowe arep mati yo mati o (kalau kamu mau mati ya mati aja), nek arep urip yo waras o (Kalau mau hidup, sembuhlah).
Goram yang tidak bisa bahasa Jawa berpikir Pak Pur menggunakan bahasa Latin. Diam2 Goram menghafalkan kata2 yg dia kira mantra / do'a itu.Setelah itu pak Pur langsung pulang.
Beberapa hari kemudian, Goram lari2 ke rumah pak Pur bermaksud melaporkan kalau anjingnya sudah sembuh.
Namun ternyata Pak Purwadi sedang sakit. Goram terkejut, langsung menuju ke kamar Pak Pur dan menempelkan telapak tangannya ke jidat pak Pur. Selanjutnya Goram membaca mantra :
"Su, asu, nek kowe arep mati yo mati o, nek arep urip yo waras o."
Pak Purwadi kaget dan tertawa langsung sembuh.
Siapa yg hari ini lagi sakit? Senyum & tawamu setelah membaca ini, jg membuatmu sembuh & pulih ya. Sebab hati yg gembira adalah obat yg manjur bg kita.

kiriman : Halim Karim

Tuesday, December 1, 2015

Jangan Menertawakan Orang MADURA : HUMOR SIANG ......

Jangan Menertawakan Orang MADURA : HUMOR SIANG ......


Seorang pria MADURA pergi ke sebuah bank di Jakarta dan berniat untuk meminjam uang sebesar Rp 5.000.000 untuk perjalanan bisnis ke makasar selama 1 bulan. Karyawan bank mengatakan bahwa bank butuh suatu jaminan untuk pinjaman tersebut, dan kemudian si orang MADURA yang memakai mobil Ferrari baru yang diparkir di depan bank tersebut sebagai jaminan. Kemudian pegawai bank setuju menggunakannya sebagai jaminan.

Setelah orang MADURA tersebut pergi, pemimpin dan karyawan bank tersebut menertawainya karena jaminan menggunakan mobil Ferrari baru seharga Rp 2.5M sebagai jaminan terhadap pinjaman sebesar Rp 5jt saja. Seorang pegawai bank kemudian memarkir mobil Ferrari tersebut ke dalam underground garage milik bank tersebut. Selang 1 bulan kemudian, oreng madura tersebut kembali, dan membayar hutang sebesar Rp. 5jt dan bunganya sebesar Rp.75rb.

Pegawai bank berkata, ''Tuan, kami sangat senang bisa berbisnis dengan Anda, dan transaksi ini berjalan dengan lancar, tetapi kami sedikit bingung. Ketika Anda pergi, kami mengecek profil Anda dan mengetahui bahwa Anda sejatinya adalah seorang milyader. Mengapa Anda repot-repot meminjam uang hanya sebesar Rp. 5jt?'' Si orang madura membalas sambil tersenyum, "Di mana lagi cari tempat di Jakarta ini yang bisa digunakan untuk memarkir mobil saya dengan aman, hanya dengan harga Rp 75rb selama 1 bulan?"

Sunday, November 29, 2015

Satu Abad Empat Bulan - Cak Jahlun


Ketika Cak Jahlun masih berstatus sebagai santri baru, menjelang lebaran semua santri diperkenankan pulang kampung, termasuk Cak Jahlun.
Sesampainya di rumah, teman-teman Cak Jahlun mengerumuninya. Mereka ingin tahu kabarnya selama di pondok. Mereka juga ingin tahu sejauh mana peningkatan pengetahuannya.
Temannya: “ Lun, tahukah kamu berapa kira-kira usia pondokmu?”
Cak Jahlun: “Sampai sekarang usianya satu abad lebih empat bulan.”
Temannya: “Gimana kok kamu bisa tahu persis usia pondokmu?”
Cak Jahlun: “Iya, karena saat aku baru mondok di sana, Pak Kiai bilang bahwa usia pondok sudah satu abad. Dan sekarang aku sudah empat bulan di sini. Jadi, umurnya sekarang satu abad lebih empat bulan.” []
sumber : tebuireng.org

Salah Ambil - Cak Jahlun


Masa-masa awal mondok adalah masa-masa sulit bagi santri baru. Karena pikiran mereka masih terbagi antara kehidupan di pondok dan ingatan di rumah. Oleh sebab itu, banyak para orang tua yang menitipkan anaknya di pondok kepada kakak pembina atau santri senior yang ada di kamar atau asrama.
Tak ketinggalan tokoh kita, Cak Jahlun, mendapatkan titipan dari Pak Sobrun, orang tua Paijo, agar membimbing anaknya selama di pondok. Amanat ini langsung diterima oleh Cak Jahlun dengan senang hati. Bukan karena teringat nasehat kyai pada kuliah shubuh kemarin “Setiap santri senior harus membimbing adik-adiknya di kamar dengan baik,” namun karena ada pikiran jahiliah yang menghinggapinya. “Wah kalau lihat penampilannya yang necis, pasti orang kaya dan salam tempelnya gede nih.” Pikirnya.
Waktu yang ditunggu-tunggupun akhirnya tiba. Pada saat orang tua Paijo akan pamitan pulang. Cak Jahlunpun nempel kayak prangko. Pak Sobrun merogoh saku celananya dan mengambil kertas berwarna kemerah-merahan seukuran uang dan menyerahkan kepada Cak Jahlun sambari bersalaman pamitan. Namun bukan Cak Jahlun namanya kalau tidak sok emoh-emoh, padahal di dalam hatinya sudah berbunga-bunga “Warna merah, pasti dapat seratus ribuan nih.!” Tanpa babibu lagi Cak Jahlun cepat-cepat memasukkannya ke dalam saku bajunya, malu takut ketauan orang. Sesampainya di kamar ia penasaran dengan salam tempel yang diberikan Pak Sobrun tadi. Maka dirogohnya kertas seukuran uang tersebut. Alangkah kagetnya ia ketika dilihatnya carikan kertas tersebut bukan uang seratus ribuan, melainkan karcis bis antar kota yang telah mengantarkan Pak Sobrun sampai ke pondok. “Walaah, Apes aku” ujarnya sambil memukul kepalanya. []

sumber : tebuireng.org

Muntaber - Cak Jahlun



Cak Jahlun merasa menderita muntaber dan hari itu ia mendatangi Klinik Pesantren.
Dokter bertanya, “Keluhannya apa Cak?”
“Anu dok, mual-mual dan muntah-muntah,” jawab Cak Jahlun sambil meringis dan memegangi perutnya.
“Buang air besarnya bagaimana?” tanya dokter lagi.
“Seperti biasa dok, Jongkok.” []

Lasykar Jamaah - Cak Jahlun

Suatu hari Cak Jahlun menjadi Lasykar Jamaah. Tugasnya adalah mengatur barisan sholat berjamaah, menegur santri yang tidur ketika wiridan, dan memberikan sanksi bagi santri yang telat dan tidak berbaju putih. Ketika sedang menjalankan tugasnya, mata Cak Jahlun tertuju pada santri yang berbaju kotak-kotak di tengah masjid. Dihampirinya santri tersebut. Dengan suara agak dibuat lebih garang ia berkata: “Hei ayo berdiri..” namun si santri yang dituju tidak bergeming dari tempat duduknya. Sekali lagi Cak Jahlun berkata: “Hei kamu yang berbaju kotak-kotak cepet berdiri..” Lagi-lagi ucapan Cak Jahlun tidak dihiraukan. Tampaknya si santri yang dituju tampak khusyuk wiridan. Melihat hal itu Cak Jahlun menjadi agak emosi. Dijewernya si santri berbaju kotak tersebut dan menariknya hingga berdiri. Setelah si santri tersebut berdiri alangkah kagetnya Cak Jahlun ternyata si santri tersebut postur tubuhnya lebih tinggi darinya. Belum hilang kaget Cak Jahlun, tiba-tiba tulang sendi Cak Jahlun menjadi kaku karena ternyata si santri yang ia jewer dan berdiri di hadapannya itu tak lain gurunya sendiri, USTAD HALIM…….. (F@R)

sumber : Tebuireng.org

Thursday, November 26, 2015

Wanita Ini Tak Pernah disentuh Lelaki, Saat disuruh Salim Kepada Suaminya Sesuatu Yang Lucupun Terjadi

Wanita ini tak pernah disentuh lelaki, saat disuruh salim suaminya sesuatu yang lucu terjadi

MASYA ALLAH..!! Sungguh beruntung lelaki yang menjadi suaminya..

Betapa tidak, di jaman sekarang ini, wanita ini berhasil menjaga "kehormatan" dirinya sesuai dengan yang diperintahkan Allah SWT terhadap seluruh wanita, khususnya para muslimah.



Dan sesungguhnya muslimah yang shalihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia, seperti hadist Nabi :


الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.”
(HR. Muslim)

Menjadi wanita muslimah yang beriman kepada Allah tentu tidak mudah,karena banyak sekali godaan-godan dalam mencapainya. Apalagi di jaman sekarang ini. Namun, ternyata kita masih dapat menemukan wanita shalihah di negara ini, masya Allah...

Seperti kisah berikut ini. Sebuah kisah yang kami ambil dari akun facebook, semoga kisah ini dapat memberikan motivasi ke muslimah-muslimah lainnya...



Wkwk sweet bnget..
Sangking si mempelai wanita gak pernah di sentuh lelaki sama sekali, di suruh salim sama suaminya aja dia gak berani, sampai2 dia di paksa sama tante nya.. Hihi si suami lagsung tepok jidat sambl ketawa dan orang-orang disitu pun ikut tertawa hahaha

MasyaAllah bnget ya :")
Itulah istri idaman. Yg senantiasa menjaga diri nya hanya untuk mahram nya saja, wkwk walaupun sama mahram nya saja dia gak berani di sentuh. Seorang muslimah yg luar biasa. Semoga ia termasuk bidadari2 syurga Aamiin ya..robbbal alamin

Masya Allah.. dari kisah di atas terlihat bahwa wanita tersebut sangat menjaga "kehormatan" dirinya. Bahkan karena terbiasa menjaga dirinya dari yang bukan mahramnya, dirinya terbawa sikap yang sama terhadap lelaki yang sudah jelas menjadi suaminya alias mahramnya.

Lalu, lelaki muslim mana yang tidak menginginkan wanita muslimah shalihah seperti kisah dia atas?

Perhiasan Seorang Wanita Adalah Rasa Malunya

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

وَمَا كَانَ الحَيَاءُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ

“Dan tidaklah rasa malu berada pada sesuatu, kecuali rasa malu akan menghiasinya” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Bagi Anda wanita-wanita yang merasa jauh seperti itu, maka mulailah dari sekarang, TANAMKAN RASA MALU.

Malu jika memandang yang bukan mahram,
Malu jika mengidolakan laki-laki konsumsi publik yang kelak membuat Anda kurang tertarik kepada suami Anda, karena barometer idola Anda laki-laki yang tampannya di atas rata-rata, kosmetiknya (kayak cewek aja) berlabelkan harga jutaan, vitaminnya bukan vitamin pasaran, sedangkan Anda punya suami yang biasa saja dari segi penampilan, cukup dari segi penghasilan.

Malu jika berinteraksi dengan bukan mahram,
Malu jika keluar rumah,
Malu jika hijabmu menjadi pusat perhatian (karena warna-warninya yang nyentrik), atau membentuk lekuk karena ketatnya ukuran yang digunakan,
Malu jika berhenti melakukan semua itu terus-menerus…
Malu kepada Allah karena dengan Islam wanita yang di zaman jahiliyah dihinakan, lalu dimuliakan kembali, eh lantas Anda malah memilih tampil seperti wanita jahiliyah di zaman dulu…

Ya ya… berhenti ya, malu lah…Semoga bisa ngambil hikmahnya

Monday, November 16, 2015

Cak Jahlun Episode : Mau Nikah

Suatu pagi Cak Badrun dan Cak Jahlun menghadap ke dalem kasepuhan. mereka bermaksud menemui Kyai Sepuh. Kyai sepuh mempersilahkan mereka dan bertanya tentang maksud dan tujuannya.
Kyai Sepuh  : “Ada perlu apa kalian kemari?”
Cak Badrun  : “Saya mau pamit boyong kyai”
Kyai Sepuh  : “Oh iya, kenapa?”
Cak Badrun  : “Saya mau nikah”
Kyai Sepuh  : “Alhamdulillah… Kapan?”
Cak Badrun  : “Tanggal 15 Pebruari, 4 Ba’do mulud hari Jumat kyai”
Kyai Sepuh  : “Sama siapa?”
Cak Badrun  : “Dengan Ning Minah Putrinya H. Syamsul”
Kyai Sepuh  : “Iya, saya doakan semoga kalian menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah dan mendapat ilmu yang manfaat dan barokah”
Cak Badrun  : “Amin..”
Selesai Cak Badrun kini giliran Cak Jahlun
Kyai Sepuh  : “Kalau sampeyan ada perlu apa cak?”
Cak Jahlun   : “Saya sama dengan Badrun Kyai, mau nikah juga”
Kyai Sepuh  : (agak kaget) “Alhamdulillah.. (ternyata ada juga yang mau sama Cak Jahlun). Kapan Cak?”
Cak Jahlun   : “Tanggal 8 Maret Kyai, Cuma….”
Kyai Sepuh  : “Cuma kenapa Cak?”
Cak Jahlun   : “Anu kyai… saya kan yatim piatu…”
Belum selesai cak jahlun bicara, kyai sepuh langsung memotong pembicaraan santrinya dengan rasa iba
Kyai Sepuh  : “Sampeyan tidak usah sedih cak, sampeyan sudah saya anggap seperti anak saya sendiri. Saya yang akan menjadi keluarga sampeyan dan kalau perlu acaranya kita adakan di pondok”
Cak Jahlun   : “Terima kasih kyai, tapi anu…”
Kyai Sepuh  : “Anu apa lagi cak??”
Cak Jahlun   : “Calon mempelai wanitanya belum ada”
Kyai Sepuh  : “c!@#$%^&*()(*&^%” (F@R)

Belajar Mengaji Qof dan Kaf

Cak Jahlun adalah santri yang bodoh bahkan mungkin super bodoh. Banyak sekali pelajaran yang tidak bisa dikuasainya. Akhirnya beberapa guru dan ustadz “menyerah” jika harus menangani Cak Jahlun. Bahkan khusus pelajaran mengaji al-Quran, Cak Jahlun dibina langsung oleh Bapak Kyai. Walaupun Bapak Kyai terkenal sabar dan telaten, namun kadang juga harus terusik emosinya karena super duper bodohnya Cak Jahlun.

Jika bagi santri lain belajar membaca surat al-Fatihah sehari-dua hari sudah bisa tapi tidak bagi cak jahlun, ia membutuhkan waktu beberapa minggu untuk belajar surat yang menurut banyak orang paling gampang tersebut.

Pada suatu hari Cak Jahlun mengaji di hadapan Bapak Kyai.

Cak Jahlun      : (terbata-bata) “Ihdinas shirootol mus-ta-kiim“

Kyai                 : “Salah Mustaqiim..”

Cak Jahlun      : “Musta-kiiim”

Kyai                 : “Mustaqiim..”

Cak Jahlun      : “Mushta-kiiim”

Kyai                 : “Mustaqiim. Qiim. Pakai Qof bukan Kaf Cak!”

Cak Jahlun      : “Mustakiiim..”

Karena Cak Jahlun tidak bisa-bisa mengucapkan makhraj dengan benar, akhirnya Bapak Kyai agak berang. Dipukulnya cak jahlun dengan tongkat rotan yang dipegang beliau. “Pleeesh”

Cak Jahlun     : “Ampun Saqit.. Saqit Paq Qyai… !”

Kyai                : “Alhamdulillah…” (F@R)

Lasykar Jamaah bersama Cak Jahlun


Suatu hari Cak Jahlun menjadi Lasykar Jamaah. Tugasnya adalah mengatur barisan sholat berjamaah, menegur santri yang tidur ketika wiridan, dan memberikan sanksi bagi santri yang telat dan tidak berbaju putih. Ketika sedang menjalankan tugasnya, mata Cak Jahlun tertuju pada santri yang berbaju kotak-kotak di tengah masjid. Dihampirinya santri tersebut. Dengan suara agak dibuat lebih garang ia berkata: “Hei ayo berdiri..” namun si santri yang dituju tidak bergeming dari tempat duduknya. Sekali lagi Cak Jahlun berkata: “Hei kamu yang berbaju kotak-kotak cepet berdiri..” Lagi-lagi ucapan Cak Jahlun tidak dihiraukan. Tampaknya si santri yang dituju tampak khusyuk wiridan. Melihat hal itu Cak Jahlun menjadi agak emosi. Dijewernya si santri berbaju kotak tersebut dan menariknya hingga berdiri. Setelah si santri tersebut berdiri alangkah kagetnya Cak Jahlun ternyata si santri tersebut postur tubuhnya lebih tinggi darinya. Belum hilang kaget Cak Jahlun, tiba-tiba tulang sendi Cak Jahlun menjadi kaku karena ternyata si santri yang ia jewer dan berdiri di hadapannya itu tak lain gurunya sendiri, USTAD HALIM…….. (F@R)

Wednesday, July 8, 2015

Aneh Bin Nyata Bertamu Minta di Usir oleh Pemilik Rumah

Cerita Lucu untuk kita renungkan dari Gus Zaki Ponpes Al-masruriyah Tebuireng Jombang

Nada di blackberry jadul saya berbunyi dan lampu notifikasi menyala. Saya lihat ada request pertemanan di bbm tertulis ‪#‎AGATO‬#. Saya hampir tidak pernah menolak request pertemanan bbm sebagaimana di fesbuk. Saya accept. Setelah itu saya tanya baik-baik "Maaf, ini siapa ya?" Tanda R tapi tidak dibalas. Lalu display picture berganti dengan wajah seseorang. Lalu saya kirim pesan lagi "Mohon maaf, ini siapa ya kalo boleh tau?" Lalu balasannya berbunyi "Delete saja sob" - "a--s awh". Saya jawab "Oke". Lalu saya delcon sesuai permintaan.
Saya heran, orang seperti ini ibarat bertamu kerumah seseorang. Ketika sudah dipersilahkan masuk dan ditanya baik-baik, malah mengatakan "USIR SAYA".
Aneh bin Aneh ......

Hantu Sangat Takut dengan Perkataan Kotor ( Hanya Tuhan yang tahu )

Cerita dari Gus Zaki Pengasuh Ponpes Al-masruriyah Tebuireng Jombang

Tadi malam cangkru'an dengan beberapa kawan dan mereka semua saling bercerita pengalaman tentang hantu wa ala alihi wa ashabihi.
A bercerita "Aku pernah nunggu gudang milik saudaraku. Selama tiga hari Aku diganggu suara air dikamar mandi dimalam hari yang gak mau berhenti padahal gak ada yang mandi. Karena jengkel, kamar mandi saya pisuhi "diancok ojo ngganggu ae, ngaliho kono". Ajaib, besok malam suara air itu hilang".
B bercerita "Aku pernah masang wifi disebuah SMP Negeri. Seminggu wifi nggak mau nyambung dengan server dan internet. Karena jengkel merasa ada yang aneh, tak pisuhi "duobol, ojo ngriwuki tah". Ajaib, tak lama kemudian wifi bisa connect dengan internet.
C bercerita "Aku pernah beli mesin air. Sudah dipasang dengan benar oleh tukang, tapi airnya nggak mau keluar. Saya bacakan ayat Kursi kok tidak ada perubahan sampai kawan saya datang dan saya cerita ttg masalah ini. Kata kawan saya "pisuhono, engkok lak banyune metu". Akhirnya saya pisuhi dengan khusyu dan air akhirnya keluar juga.
Tiga kisah diatas saya yakin terjadi. Tapi yang saya nggak paham, bagaimana "hantu" bisa takut kepada PISUHAN sehingga berhenti mengganggu?
واالله اعلم

Etika Dalam Berburu Lailatul Qodar


Etika Dalam Berburu Lailatul Qodar

Suatu Etika dalam berburu lailatul qodar di bulan ramadhan...

cerita oleh pengasuh ponpes al - masruriyah tebuireng
GUs Zaki 

Kejadian ini harus menjadi pelajaran kita kaum laki-laki dan santri.
1. Sore itu saya bersepeda motor dengan istri. Sampai didepan toko buku Sarjana Jombang, dan tepat didepan saya terjadi serempetan dua sepeda motor yang menyebab keduanya jatuh walau dalam keadaan pelan. Salah satu dari sepeda motor tersebut dinaiki oleh dua santri bersarung dan yang dibonceng, sarungnya tersingkap sampai "onderdilnya" kelihatan oleh orang banyak.
2. Ketika perjalanan pulang dari Surabaya, sampai alun-alun Mojoagung, sekitar pukul tujuh malam. Tepat didepan mobil saya, ada sepeda motor yang sepertinya senggolan dengan sepeda pancal dan salah satu dari korban menggunakan sarung dan tersingkap sehingga "onderdilnya" sempat tersorot lampu mobil saya. Untung saat itu lalu lintas sedang sepi padahal biasanya ramainya luar biasa.
3. Wahai para pemburu lailatul qodar nanti, siapapun Anda, jika pergi naik sepeda dan bersarung, pakailah celana dan bersarung untuk melindungi .......... ( isilah titik tersebut dengan sopan dan benar ) agar ............. ( terserah Anda ).