Friday, April 24, 2015

Namanya salimin kami biasa panggil lek salimin.beliau tunanetra di desa kami.keterbatasan fisik yg dimiliki tidak membuatnya lemah. Sudah lebih 20 tahun berkerja sebagai penambang pasir untuk menghidupi keluarganya. Sungai inilah saksi kegigihan perjuangan beliau dan tempat bermain dimasa kecilku.
Daya ingat lek salimin sangat kuat. Begitu saya sapa langsung menyambut dengan memanggil namaku, aku sempat tercengang.luar biasa,12 tahun berpisah masih ingat. Beliau memutar kembali memori masa lalu. Banyak cerita indah masa kecilku yg terbenam,tumbuh kembali. Waktu itu aku sering digendong dibawa ketengah sungai yg dalam dan dilepas.hahaha terpaksa renang gaya batu. grin emotikon
Sungai Lae Sipola kini tak seindah dulu.dangkal dan keruh.mungkin karena hutan yang kini sudah menjadi perkebunan sawit frown emotikon
Lek salimin terimakasih sudah membuka memori indah masa kecilku yg terpendam. Semoga selalu diberikan kekuatan untuk menapaki terjalnya kehidupan. Semoga sungai Lae Sipola tetap selalu memberimu bulir pasir kehidupan.
# edisi pulang kampung

Ustadz Syamsul Arifin dan Bapak Salimin

No comments:

Post a Comment